ORANG BERTAQWA SEDIKT TIDUR?


Menurut penerjemah Dep.
Agama RI, orang bertaqwa mempunyai ciri-ciri sedikit tidur pada waktu malam.
Hal ini terungkap dalam ayat-ayat terjemahan Al Qur’an berikut ini.



51:15. Sesungguhnya orang-orang
yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air,
(versi Dep. Agama RI)



51:16. sambil menerima
segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia
| 01.10 |

MEMOHON AMPUN DI WAKTU SAHUR?


Frasa memohon ampun di waktu sahur ada dalam Al Qur’an terjemahan versi
Dep. Agama RI. Kutipannya adalah sebagai berikut.



3:17. (yaitu)
orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya
(di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur. (versi Dep.
Agama RI)



Ada yang terasa aneh
dengan frasa tersebut. Mengapa orang harus mencari waktu tertentu untuk
| 02.08 |

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi

Tata Cara Mandi Besar Sesuai Petunjuk Nabi
Mandi besar adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar. Yakni mandi dengan niat khusus dan meratakan air ke sekujur tubuh termasuk rambut.

Hadats Besar adalah hadats yang menyebabkan wajibnya mandi besar.

Contoh Hadats Besar Yang Menyebabkan Seseorang Harus Mandi Besar

  1. Keluar mani baik saat sadar maupun ketika tertidur. Dalam keadaan sadar, ia disertai syahwat . Atau ketika ia mimpi basah ketika tidur. (HR Bukhari no.130)
  2. Jima' (bersenggama), sekalipun tidak keluar mani. Jima' di sini adalah bertemunya dua alat kelamin. (HR Muslim no.348)
  3. Orang kafir yang masuk Islam (HR Abu Dawud no.351)
  4. Telah terputus darihaidh atau nifas (HR. Bukhari no.320)
  5. Hari jum'at bagi laki - laki.(HR Muslim no.346)
Rukun Mandi Besar
  1. Berniat akan melakukan mandi besar
  2. Meratakan air ke sekujur tubuh termasuk rambutnya.
Tata Cara Mandi Besar
  1. Niat melakukan mandi
  2. Membasuh tangannya tiga kali
  3. Membersihkan kemaluan
  4. Berwudhu seperti wudhu ketika hendak shalat. Dengan catatan , ia boleh berwudhu dengan mengakhirkan membasuh kaki hingga selesai mandi.
  5. Mengambil air secukupnya dan memasukkan jari - jemarinya ke pangkal rambut sampai merata. Setelah itu menuangkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali tuangan.
  6. Mengguyurkan air ke seluruh badannya , mulai dari bagian pinggir sebelah kanan lalu sebelah kiri.
  7. Mencuci kedua kaki jika sewaktu wudhu tadi (no.4) belum dilakukan.
  8. Setelah selesai, boleh mengeringkan badannya dengan handuk. 
Demikian tata cara mandi besar. Semoga bermanfaat.




Referensi : 
Sirojuddin Hasan Bashri.2008. Tuntunan Lengkap Praktek Shalat Nabi. Bogor: Istighfar

Kisah Nabi Musa dan Fir'aun dalam Al Quran


Kisah Nabi Musa dan Fir'aun dalam Al Quran - Cara Allah bercerita dalam Quran cukup membuat kita takjub. Saya berharap, cerita ini bisa berguna terutama untuk orang tua yang punya anak kecil sebagai pengganti cerita-cerita heroik di tv yang sama sekali kurang bermanfaat.

Kisah dalam Quran sangat luar biasa. Detailnya cerita di setiap ayat akan meniup pikiran kita seolah-olah Allah membawa Anda

Tata Cara Mengerjakan Tayamum

Islam adalah agama yang penuh dengan kemudahan bagi umat manusia. Salah satu contoh kemudahan Islam adalah adanya syariat tayamum.

Tayamum adalah cara menghilangkan hadats besar dan kecil ketika tidak memungkinkan bagi seseorang untuk wudhu dan mandi menggunakan air.

Tayamum adalah cara bersuci dengan tidak menggunakan air, tetapi dengan debu yang suci.

Lebih tepatnya , seseorang bertayamum menggunakan sha'id yang suci. As Sha'id adalah seluruh permukaan bumi, baik yang berdebu ataupun tidak berdebu.

"Sesungguhnya sha'iid yang suci adalah sarana bersuci bagi seorang muslim . Meskipun ia tidak menemukan air selama sepuluh tahun (ia tetap boleh bertayamum)". (HR Abu Dawud no.329, Shahih Sunan Abu Dawud no.322)

“Dijadikan bagi kami (ummat Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi was sallam ) permukaan bumi sebagai thohur/sesuatu yang digunakan untuk besuci[4] (tayammum) jika kami tidak menjumpai air”. (HR. Muslim no.522)

Ada beberapa sebab yang membolehkan seseorang untuk melakukan tayamum sebagai cara bersuci menggantikan wudhu dan mandi.

  1. Tidak ada air. Atau ada air, tetapi tidak bisa dijangkau. Misalnya air terdapat di tempat yang tidak aman. Atau harga air sangat mahal. Atau ada air, tetapi hanya cukup untuk minum saja.
  2. Tidak ampu menggunakan air. Misalnya pada kondisi sakit, yang jika dia menggunakan air untuk bersuci, maka akan membahayakan jiwanya atau penyakitnya. Atau pada kondisi yang sangat dingin menggigit.

“Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (QS. Al Maidah [5] : 6).


Tata Cara Tayamum
  1. Menepukkan kedua telapak tangan ke atas tanah
  2. Meniupnya
  3. Mengusapkannya ke wajah lalu ke kedua telapak tangannya.
Hal yang membatalkan tayamum
  1. Semua perkara yang membatalkan wudhu, seperti buang angin, buang air kecil, buang air besar, dan lain - lain.
  2. Adanya air, bagi orang yang bertayamum karena tidak mendapatkan air.
  3. Adanya kemampuan menggunakan air bagi orang yang bertayamum karena tidak mampu menggunakan air.
Catatan :
Tayamum adalah pengganti wudhu. Maka segala sesuatu yang dibolehkan dengan wudhu, boleh juga dengan tayamum. Seseorang bisa mengerjakan shalat dengan tayamum sebagai pengganti wudhu jika memang ia memenuhi syarat boleh bertayamum.
Boleh juga melakukan shalat lebih dari satu kali hanya dengan sekali tayamum selama belum batal, sebagaimana wudhu.

Inilah sebentuk kemudahan pengamalan syariat Islam bagi umat manusia. Ketika seseorang sedang sakit, dan dikhawatirkan akan bertambah parah sakitnya jika terkena air / memperlambat proses penyembuhan, maka ia bisa bertayamum sebagai pengganti wudhu ketika hendak shalat


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya agama (Islam) mudah, tidak ada seorang pun yang hendak menyusahkan agama (Islam) kecuali ia akan kalah. Maka bersikap luruslah, mendekatlah, berbahagialah dan manfaatkanlah waktu pagi, sore dan ketika sebagian malam tiba” (HR. Bukhari, dan pada sebuah lafaz Bukhari disebutkan, “Sederhanalah, sederhanalah niscaya kalian akan sampai“)

Silsilah 25 Rasul Mulai dari Nabi Adam Sampai Nabi Muhammad


Salah satu rukun iman yang wajib kita yakini dalam hati adalah percaya bahwa Allah telah mengutus 25 Nabi sekaligus Rasul kepada seluruh penghuni bumi. Dalam ilmu tauhid, wajib bagi umat Islam meyakini hal tersebut sekaligus wajib mengetahui nama dari 25 Rasul yang diutus tesebut. Makanya tidak heran jika dahulu ketika ngaji di saat masih SD, Saya selalu diajari nadzoman nama Rasul yang 25 itu
| 16.34 |
Back to Top